Jumat, 22 Mei 2015

Siswi Karina di Negeri Para Peri (Bagian Keduabelas)




Hak cipta ©Sulaiman Djaya

Setelah mereka mengalami sendiri bahwa mereka dapat dikalahkan oleh pasukan khusus dari negeri Farsa saat menyerang negeri Telaga Kahana itu, atas saran dan usulan dari Mayar Rother, Jarjus Bushan meminta kepada para jenderalnya untuk membentuk pasukan khusus dan pasukan mata-mata yang lebih tangguh dan lebih efisien yang akan dikirim ke negeri Farsa untuk mengumpulkan setiap informasi dan pengetahuan terkait negeri Farsa.

Pasukan khusus dan pasukan elite itu, sebagaimana dikehendaki Mayar Rother dan Jarjus Bushan, haruslah memiliki kemampuan kamuflase dan penyamaran tingkat tinggi. Keinginan untuk membentuk pasukan dengan kemampuan dan kerahasiaan tingkat tinggi itu tentulah setelah mereka merasa malu karena kekalahan mereka sekaligus berkat kesadaran mereka bahwa yang telah mengalahkan mereka bukanlah lawan dan kekuatan yang boleh dianggap enteng begitu saja.

Sebenarnya mereka telah memiliki pasukan elit, namun pasukan elit dan pasukan khusus mereka terbukti kurang efektif saat perang mereka dengan pasukan khusus dari negeri Farsa di negeri Telaga Kahana itu. Sebelum peperangan itu, mereka juga tidak tahu bahwa negeri Farsa adalah sekutu dan sahabat negeri Telaga Kahana, negeri yang berusaha mereka kuasai dan mereka taklukkan itu.

Kali ini mereka tak ingin salah-hitung lagi atau menganggap lemah negeri Telaga Kahana yang ingin mereka kuasai dan hendak mereka taklukkan karena memiliki tabungan Kristal di Bukit Kaf itu. Mereka juga segera mengirim utusan ke negeri sekutu setia mereka, yaitu negeri Asrail, agar lebih banyak lagi memproduksi senjata canggih dan menambah kekuatan militernya.

Sesampainya utusan bangsa Amarik yang bernama Nibur Maya itu di negeri Asrail, ia disambut langsung oleh pemimpin negeri Asrail, Ziva Kamarin. Berbeda dengan Jarjus Bushan, Ziva Kamarin terkenal cerdik dan cerdas, meski ia seorang perempuan. Dan sebagaimana Misyaila, Ziva Kamarin juga memiliki tongkat ajaib yang senantiasa ada di tangannya.

Secara jarak, dibanding dengan negeri Amarik, jarak negeri Asrail lebih dekat ke negeri Farsa, karena antara dua negeri itu hanya dipisahkan oleh negeri Yumnan dan negeri Suryan. Sementara itu, tetangga negeri Asrail yang menjadi sekutu setia mereka adalah negeri Najdan. Sebuah negeri yang gemar memancung orang tak bersalah yang diduga ingin melakukan pemberontakan kepada rejim negeri tersebut. Sebuah negeri yang para pejabat tingginya suka memperkosa perempuan demi memuaskan nafsu syahwat mereka.

Hari itu Nibur Maya dipersilahkan masuk ke ruangan rahasia Ziva Kamarin agar pembicaraan mereka hanya diketahui oleh mereka berdua saja. Mereka pun tak merasa canggung satu sama lain karena mereka sama-sama perempuan, dan secara kebetulan pula, mereka berusia sama. Salah-satu poin pembicaraan mereka adalah Ziva Kamarin sebagai pemimpin tertinggi negeri Asrail diharuskan menghadiri pertemuan ordo rahasia pimpinan Mayar Rother yang akan diadakan di sebuah tempat rahasia di negeri Amarik.

Salah-satu masalah yang akan dibahas dalam pertemuan ordo rahasia tersebut, berdasarkan pembicaraan antara Nibur Maya dan Ziva Kamarin di ruangan rahasa itu, adalah rencana untuk memancing kekuatan bangsa Farsa dengan jalan menyerang negeri-negeri yang menjadi sekutu negeri Farsa, seperti negeri Suryan dan negeri Yumnan, sebelum mereka menyerang negeri Farsa sendiri dengan skala dan koalisi besar-besaran di masa yang akan datang yang hendak mereka rancang dan mereka rencanakan dalam pertemuan ordo rahasia tersebut.

Masalah itu tentu saja membutuhkan dukungan banyak kekuatan, setelah mereka sadar dan mengalami sendiri kekalahan mereka ketika berhadapan dengan pasukan khusus negeri Farsa yang kala itu dikomandoi Misyaila. Pertemuan ordo rahasia itu juga rencananya akan dihadiri beberapa petinggi dan pemimpin dari negeri Najdan, selain dari negeri-negeri lainnya yang merupakan sekutu-sekutu negeri Amarik dan negeri Asrail, semisal negeri Haland, Franca, dan negeri Angland.

Selain karena telah mengalami kekalahan ketika melawan dan berhadapan langsung dengan pasukan khusus dari negeri Farsa itu, ada dua negeri yang sangat kuat namun tak mau menjadi sekutu mereka, yang kemungkinan besar akan menjadi sekutu bangsa Farsa di masa yang akan datang, yaitu negeri Rus dan negeri Multan, yang memang banyak memiliki kesamaan secara watak dengan negeri Farsa, selain negeri Rus dan negeri Multan juga memiliki sejarah hubungan dengan negeri Farsa di masa silam mereka. (Bersambung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar